intro :
pria kecil itu telah berada di pelukannya yang telah membuatnya menangais saat itu, tapi perasan memang tak bisa di bohongi, dia memang memiliki hati yang baik dan tak bisa di gantikan oleh siapapun, pelukan itu sangat erat namun tidak bisa di rasakan oleh pria kecil itu melainkan olehnya hingga dia meneteskan airmata yang sebenarnya dia mustahil bisa melakukanitu
kawan giliranku untuk bicara sekarang, walaupun memang dari kemarin aku lah yang berbicara, pelukan itu sering di berikan pada hal yang negatif namun, yang menyebutkan seperti itu tidak tau apa arti pelukan yang sebenarnya.
pelukan itu adalah subuah pencintraan pada dua orang atau lebih yang telah tergetarkan hatinya karena sedih ataupun senang, naun yang kita bahas sekarang itu bukan karena sedih ataupun senang melainkan kesempatan untuk mendapatkan pelukan tersebut
pelukan sering dilakukan oleh :
ibu dan ayah = mesti
kakak dan adik = mungkin
anak lelaki dan anak lelaki = boleh
anak perempuan dan anak perempuan = boleh
anak laki laki dan anak perempuan = mungkin tidak
selanjutnya ada sebuah kisah seperti ini
seorang ayah telah menyibukan dirinya tanpa terfikir tentang anak yang di asuh oleh istrinya, pada saat anaknya menangis yang merangkul adalah ibunya dan selalu ibunya karena ayahnya selalu bilang tak ada waktu untuk dirinya,
suatu kejadian mulailah bermula padasaat ayahnya jatuh sakit dan tertidur di rumah sakit, anaknya tertidur dengan posisi duduk disebelahnya, pada saat tengah malam ayahnya terbangun dengan mata lemah, dia merasakan kalau tangan kirinya ada yang menggenggam, di dalam fikirannya,, itu pasti adalah istrinya, pada saat bagi hari ia terbangun kembali dan melihat bahwa tidak ada istrinya di ruangan itu, hanya ada dia dan anaknya yang tengah tertidur di telapak tangannya
anaknya terbangun dan mengatakan, "aku sayang ayah, walaupun ayah tak bisa ada saat aku membutuhkan ayah tapi aku coba ada untuk ayah" , ayahnya meneteskan airmata dan segera menarik kepala anaknya tepat di dadanya.
istrinya dari sejak kemarin memang tak ada di rumah sakit karena dia harus menggantikan suaminya bekerja di kantor
keluarga itu tak perlu penunjang yang tinggi hingga tak bisa melihat kebawah, tapi keluarga itu harus kokoh dan bisa berkaitan satu sama lain seperti mata rantai yang selalu ada untuk yang lainnya, bukan lantai dan tiang yang tak pernah akur
dialog :
Joe : *prok prok prok prok* yeah.. keren
Joul : apanya 3:-\\ *beletak pukulan keras tepat di kepala Joul*
pria kecil itu telah berada di pelukannya yang telah membuatnya menangais saat itu, tapi perasan memang tak bisa di bohongi, dia memang memiliki hati yang baik dan tak bisa di gantikan oleh siapapun, pelukan itu sangat erat namun tidak bisa di rasakan oleh pria kecil itu melainkan olehnya hingga dia meneteskan airmata yang sebenarnya dia mustahil bisa melakukanitu
kawan giliranku untuk bicara sekarang, walaupun memang dari kemarin aku lah yang berbicara, pelukan itu sering di berikan pada hal yang negatif namun, yang menyebutkan seperti itu tidak tau apa arti pelukan yang sebenarnya.
pelukan itu adalah subuah pencintraan pada dua orang atau lebih yang telah tergetarkan hatinya karena sedih ataupun senang, naun yang kita bahas sekarang itu bukan karena sedih ataupun senang melainkan kesempatan untuk mendapatkan pelukan tersebut
pelukan sering dilakukan oleh :
ibu dan ayah = mesti
kakak dan adik = mungkin
anak lelaki dan anak lelaki = boleh
anak perempuan dan anak perempuan = boleh
anak laki laki dan anak perempuan = mungkin tidak
selanjutnya ada sebuah kisah seperti ini
seorang ayah telah menyibukan dirinya tanpa terfikir tentang anak yang di asuh oleh istrinya, pada saat anaknya menangis yang merangkul adalah ibunya dan selalu ibunya karena ayahnya selalu bilang tak ada waktu untuk dirinya,
suatu kejadian mulailah bermula padasaat ayahnya jatuh sakit dan tertidur di rumah sakit, anaknya tertidur dengan posisi duduk disebelahnya, pada saat tengah malam ayahnya terbangun dengan mata lemah, dia merasakan kalau tangan kirinya ada yang menggenggam, di dalam fikirannya,, itu pasti adalah istrinya, pada saat bagi hari ia terbangun kembali dan melihat bahwa tidak ada istrinya di ruangan itu, hanya ada dia dan anaknya yang tengah tertidur di telapak tangannya
anaknya terbangun dan mengatakan, "aku sayang ayah, walaupun ayah tak bisa ada saat aku membutuhkan ayah tapi aku coba ada untuk ayah" , ayahnya meneteskan airmata dan segera menarik kepala anaknya tepat di dadanya.
istrinya dari sejak kemarin memang tak ada di rumah sakit karena dia harus menggantikan suaminya bekerja di kantor
keluarga itu tak perlu penunjang yang tinggi hingga tak bisa melihat kebawah, tapi keluarga itu harus kokoh dan bisa berkaitan satu sama lain seperti mata rantai yang selalu ada untuk yang lainnya, bukan lantai dan tiang yang tak pernah akur
dialog :
Joe : *prok prok prok prok* yeah.. keren
Joul : apanya 3:-\\ *beletak pukulan keras tepat di kepala Joul*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar